Kisah Seorang Gadis Dengan Tas Berisi Roti Sisa

(foto hanya ilustrasi)

Kisah nyata, cerita ini berawal dari suatu sekolah yang diadakan pemeriksaan isi tas para siswanya. Pemeriksaan tersebut kecurigaan dari para guru karena sering terjadi kehilangan barang milik beberapa siswa.

Dengan seringnya kejadian tersebut maka para guru melakukan tindakan tegas dengan mengundang pihak keamanan untuk memeriksa tas di setiap kelas. Tim keamanan secara mendadak datang di sekolah tersebut untuk membantu memeriksa tas para siswanya karena tidak menutup kemungkinan para guru mencurigai beberapa siswa membawa barang-barang yang dilarang pihak sekolah.

Pemeriksaanpun mulai dilakukan, tim pemeriksa sudah didampingi guru dan dibagi masing-masing kelas. Disalah satu kelas ada seorang siswi yang merasa ketakukan tasnya diperiksa oleh tim keamanan, satu per satu tas siswa diperiksa hingga giliran tas milik salah satu siswi tersebut. Sang guru melakukan pengawasan dan pendampingan serta menyuruh satu persatu para siswa untuk membuka dan mengeluarkan isi dalam tas miliknya.

Siswi tersebut tiba giliran diperiksa tas milikya, namun yang dilakukan adalah memegangi tasnya dan menolak diperiksa. Padaha siswi tersebut merupakan anak yang pandai di kelasnya, semua nilainya hampir sempurna dan tidak pernah melakukan kesalahan sekalipun dalam kegiatan belajarnya. Dengan bujuk gurunya serta nasehat, tas milik siswi tersebut tidak mau diperiksa dan ditanya oleh gurunya.

“Kenapa kamu tidak mau menyerahkan tasmu ? dan tidak mau diperiksa, padahal kamu salah satu siswi yang pandai dan berprilaku baik” pinta guru.

Tim keamanan dan gurunya merasa kebingungan melihat prilaku siswi tersebut, memang menurut gurunya siswi tersebut kebanyakan menyendiri dan diam sewaktu disekolah. Hingga tim keamanan dan guru memaksa siswi untuk menyerahkan tas miliknya.

Dengan kuat siswi tersebut memegangi tas miliknya, “saya tidak mau diperiksa! Kalian pasti akan mengejekku! Kalian akan mencibirku karena aku tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun! Kali ini kalian akan mempermalukanku kalau melihat isi tas ini”, teriak siswi tersebut.

Hingga siswi tersebut mengajukan satu syarat, “aku mau diperiksa tapi hanya salah satu diantara guru dan tim yang boleh lihat apa isi tas ini” permintaan siswi tersebut.

Tak lama siswi dan tim keamanan membawa ke ruang kepala sekolah, disana hanya ada kepala sekolah dan salah satu tim keamanan. Saat dibawa ke ruang kepala sekolah siswi tersebut memegangi dan memeluknya tas miliknya dengan erat-erat hingga tak ada seorangpun yang dapat merebut darinya.

Setelah berjalan melewati beberapa kelas dan depan ruang guru, tibalah di ruang kepala sekolah. Diketuklah pintu ruangan kepala sekolah dan dibuka, kepala sekolah mempersilahkan masuk tim keamanan, guru dan siswi tersebut. Kemudian guru memberikan penjelasan kepada kepala sekolah bahwa siswi tersebut hanya mau diperiksa oleh salah satu guru dan tim keamanan, maka kepala sekolah menyanggupinya syarat itu dan diruangan hanya ada kepala sekolah, salah satu tim keamanan dan siswi.

Kemudian dibuka tas tersebut oleh kepala sekolah, sungguh terkejut dan kebinguangan ternyata isi tas hanya sisa-sisa roti yang sudah terpotong kecil. Lantas, ditanyakan kepada siswi tersebut kenapa ada makanan sisa didalam tasnya.

Siswi tersebut menjawabnya bahwa selama ini dirinya telah memunguti sisa roti milik temannya karena tidak habis dimakan untuk kebutuhan hidup keluarganya di rumah. Diceritakan bahwa dirinya sering menyendiri lantaran tak mau ketahuan karena setiap hari memungut roti sisa untuk dimakan dirinya, kedua orang tuanya dan adiknya yang masih kecil.

Kepala sekolah dan tim keamanan meneteskan air mata mendengar cerita siswi tersebut, inilah alasan dirinya tidak mau menunjukkan isi tas nya karena nantinya akan diolok-olok temannya dan membuat malu dirinya karena memang orang yang tidak mampu.

Diceritakan dirinya hidupnya cukup tragis karena tidak mampu membeli makanan, diakuinya dirinya dan keluarganya makan sehari sekali dan hanya mengandalkan potongan roti yang dibuang teman-temannya. Sekolahpun mengandalkan bea siswa yang didapat, orang tuanya tidak dapat mencari penghasilan dan hanya mampu menjaga adiknya.

Sungguh sedih kepala sekolah mengetahui salah satu siswanya yang berprestasi dan berprilaku baik ternyata untuk makan saja dengan memungut sisa-sisa roti dari teman-temannya yang dibuang ditempat sampah karena tidak habis dimakan.

Maka dengan mengetahui nasib tragis salah satu siswanya kepala sekolah berinisiatif membantu perekonomian siswi tersebut sampai lulus dan merahasiakan untuk diceritakan ke guru yang lain bahkan publik.

Kisah ini dilangsir dari salah satu media online dan tidak disebutkan nama maupun tempat bahkan kapan kejadiannya untuk kepentingan privacy perorangan dan instansi.

(dikutip dari media on line)

Iklan
Ditulis dalam #kliksajaanas, kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter
%d blogger menyukai ini: