Cepat Bukan Pertama, Lambat Bukan Terakhir

Suatu masa diceritakan dongen seekor kelinci yang kalah melawan kura-kura, inilah bila sifat sombong dan menganggap remeh lawan kita. Jadikan lawan dengan pertemanan jadikan musuh dengan persahabatan.

Merugi bila selalu menganggap yang tak berguna selalu ketinggalan, seorang pemimpin akan memandang lain, seperti kata-kata bijak “Dibawah pemimpin yang baik, anak buah bodoh pun ada gunanya, Tapi di bawah pemimpin yang bodoh, pasukan terbaikpun kocar-kacir”.

Cara pandang dalam kepeminpinan inilah merubah yang cepat bukan yang pertama begitupun sebaliknya yang lambat bukan yang terakhir. Bekerjasama saling melengkapi kekurangan dan saling berbagi akan kelebihanlah, paling utama yaitu gotong royong merupakan budaya orang Indonesia yang sering dilupakan.

Lupakah akan kacang terhadap kulitnya ? hem…. atau bagaikan orang yang lupa akan dulunya ia memulai karirnya, tentunya semua ada pendukung entah itu yang mendukung orang bodoh atau orang yang bukan golongan pintar. Keberhasilan memang bukan diperoleh secara instan, melalui proses yang cukup panjang bahkan sulit.

Proses itulah kita ditempa untuk menjadi yang terbaik untuk meraih kesuksesan, jangan takut dan ragu setelah kita dicaki dan dimaki bahkan disepelekan mungkin dimarahin oleh sekelompok orang yang mengucilkan. Hikmah tersebut untuk cambuk kita sebagai pengingat dalam meraih kesuksesan tak semudah membalikkan telapak tangan.

Iklan
Ditulis dalam #kliksajaanas, lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter
%d blogger menyukai ini: